Wednesday, March 19, 2008

Emang susah, bro...

Jika yang tulus datang setelah yang pertama.

Bang Ijal


Quote di atas, yang mana gw ambil dari shoutoutnya Bang Ijal di fs, bikin gw berpikir.

Iya. Gimana ya? Gimana? Gimana?(?)

Wednesday, February 13, 2008

And the reason is..

Fuh.. kayanya sepanjang dua minggu lalu saya terkena sindrom malas buka internet. Padahal, bahan buat postingan blog udah kepikiran lumayan banyak. Tentang saya yang ketiban karma tugas-tugas yang bejibun banyaknya, gara-gara ngeluh ga ada kerjaan dalam postingan yang ini. Moral : Be careful what you wish for.

Tentang kehebohan backpacking jadi-jadian yang (akhirnyaa...) jadi juga. Tentang depresi-depresi akhir tenggat yang diakhiri jeritan gw yang menyayat... (wow, I rhyme!)

Dan ketika masih asyik merangkai-rangkai tulisan untuk diposting... BAM!Beres deh liburannya. Kembali ke rutinitas kuliah-nyampah-kuliah-nyampah yang tolol tapi menyenangkan. Yang membuat saya malas buka internet lagi.

Siaul, kalo dipikir-pikir, kayanya akhir-akhir ini blog gw ini jarang banget mendapat perawatan yang layak dari gw sebagai majikannya.

Ehem, jadi pingin menganalisis neh..

Gini.. ada banyak alasan kenapa seseorang mulai menulis blog.

Pertama, karena ingin belajar menulis. Oke. Simpel dan sangat masuk diakal. Menurut insting gw, lebih dari setengah blog dibuat dengan alasan ini. Biasanya si pembuat blog baru dapet mata kuliah TTKI, atau sedang berusaha melepaskan diri dari buta huruf.

Kedua, si blogger ingin belajar berpikir kreatif. Biasanya sih, ini tipikal seorang dosen elektro yang lagi nge-drill dirinya buat menelurkan satu ide besar setiap harinya (apa gw kelewat spesifik ya.. hm...). Oh iya, jangan tanya gimana cara dia bertelur. Dan jangan dibayangin juga yaa. Ehm, oke. Gapapa, gw mengenal lebih dari satu orang kok yang pasang niat begini.

Ketiga, buat curi-curi perhatian pencari bakat, eh, penerbit maksudnyaa.. Ini sih, yaa sah-sah aja sih. Toh kalo nggak salah Adhitya Mulya juga pernah ngerekomendasiin promosi gaya gini. Tapi kalo nggak salah lho ya..

Keempat, doi emang orangnya seneeeng banget mengabadikan hidupnya.. merekam kisah-kisah yang dia lalui untuk lalu menertawakannya di lain hari. Istilahnya, immortalizing yourself through stories and memories gitu.. Tipe-tipenya anak LFM yang kemana-mana bawa kamera..(garing ya joke gw? Ah biarin, peduli amat). Tapi beneran lho, kita lagi lari-lari kecil karena telat kuliah aja, anak LFM masih sempet moto-moto emang-emang yang lagi ngangkutin rumput. Ck ck. Berdedikasi sekali dia.

Ok lanjut.

Jadi.. the big question is.. apa alasan gw membuat blog ini?

Walau mungkin mengagetkan (dan sulit dipercaya) buat teman-teman yang mengenal saya, tapi saya nggak lagi berjuang melepaskan diri dari buta-huruf yaaa. Dan gw bukan dosen elektro, enggak lagi nyari penerbit juga.. dan terlalu malas juga untuk melakukan pencatatan-pencatatan rutin. Jadi dengan berat hati saya pilih alasan kelima.

Kelima, untuk mengisi waktu di warnet, setelah bosan tertawa-tawa membaca review film yang, sumpe, bodor pisan di Sinema Indonesia... ketika sedang menunggu hujan berhenti... dan akhirnya keterusan. Sampai sekarang.

Nah terus.. ngapain juga ya gw nulis-nulis ini sekarang? Gw kan lagi maless buka internet.. Ya sudahlah. Saya mau meneruskan bermalas-malas ria aja. xD

Logging out...

Logged out.

p.s.: Through times, akhirnya alasan gw geser dikit-dikit dan mulai menyomot-nyomot keempat alasan di atasnya. And I actually enjoy this. :)

Thursday, January 10, 2008

Liburan, Jalan-jalan, dan para Kuda yang pulang kampung

Pic this: kuliah libur sampai pertengahan Februari. Dari tanggal lima. Itu artinya libur panjang lagi, kayak libur Tahun Baru kemarin. Belum lagi nanti pas kenaikan tingkat yang kata-katanya liburnya ada sampai dua bulan. Masa oloh… Bayangin, dua bulan! Kalo dua bulan dipake ngajarin Cinta Laura ngomong Indonesia, udah jadi dosen TTKI kali dia. Hehe berlebihan. Tapi bener-bener nih it*be, perasaan kerjanya libur melulu. Apa usulin aja ganti nama jadi Institut Teknik Berlibur ya.

Selama ini gw sih oke-oke aja sering-sering liburan. Pada dasarnya, asal ga ketemu Kimia Dasar, apapun itu gua seneng. Cuma aja, untuk kasus kali ini, gw agak-agak males menghadapinya. Alasannya apalagi kalo bukan karena gw lagi ga ada kerjaan. Hehe.

Gak kayak liburan Taun Baru kemarin, kali ini kegiatan gw lumayan terbatas, banget.
Gimana enggak, pertama, diantara sepupu-sepupu cowo cuma gw sendiri yang anak kuliahan. Yang lain kalo enggak masih sekolah, ya udah seneng-seneng kerja. Jadinya ya cuman gua sendirian aja yang sekarang masih ada liburan. Ga ada temen gitu.

Anak-anak kampus lain juga sama aja. Gosip-gosipnya infoteinmen sih rata-rata belum beres ujian, jadi mereka bawaannya rada males kalo diajak main gundu. Imbasnya sidang gugatan cerai artis-artis pun terhambat. (Lo kok postingan gw jadi ngasal gini ya?)
Pokoknya, gara-gara itu, rencana backpacking gw sama temen-temen sma pun tertunda. Lagi. Hehe. Untuk kesekian kalinya.

Yang tersisa adalah teman se-kampus. Iya, itu tuh.. kampus yang sebagian besar mahasiswanya orang luar Bandung, yang pas ngantri masuk ruang uas pun sempet-sempetnya sibuk booking tiket pulang. Kuda.

Agregat dari itu semua, agenda kegiatan liburan kali ini yang tersisa adalah:
~Menggelandang di kampus, dengan rute gerbang utara -> kbl -> persma -> comlabs -> lss -> gerbang utara.
~Jualan koran Ganeca Post (baca: sweeping orang yang kita kenal untuk dijadikan korban). Kalo ada yang liat orang-orang bertampang memelas di gerbang depan, itulah kami yang sedang membuka ladang pahala.
~Latian parkour bersama hari Minggu (running, jumping, flying, falling, laughing, haha). Ayo ayo.. latian tambahan! Biar saya ada kerjaan.. 
~Pelantikan.. lagi.
~Inisiasi suatu ikatan alumni apa.. gitu. Walaupun kayanya ga akan dateng.
~Oh iya, ada Kelompok Bisnis.. Februari awal.
~Yang ini insha Allah, semoga pisan, kudu jadi. Backpacking rame-rame. Kalo ngikutin agenda anak kampus lain, berarti awal-awal Februari. gw pribadi sih pengennya minimal ke Banten atau engga Bali sekalian.. (wohoo mustahil tampaknya).

Hmm.. emang keliatannya ga dikit-dikit amat sih. Tapi tetep aja di agenda lebih banyak hari kosongnya.

Untuk pertama kali sejak jadi mahasiswa, saya jadi kangen kuliah. Woohoo… Berasa rajin bener yah. Padahal pas lagi ga liburan cari-cari alasan terus buat nitip absen.

On a lighter note, I just found another guy from the community. 

Saturday, December 15, 2007

Parkour




Deedz aka Roar Kong Vault
*Artikel diambil dari artikelnya Brex di Forum Parkour Indonesia. Foto-foto diambil dari forum yang sama. Endjoy!*
Pengertian

Parkour (biasanya disingkat PK) yang mempunyai arti bergerak/ pindah dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin, menggunakan prinsip dari Parkour itu sendiri dan mengedepankan keindahan bergerak, sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.

Parkour dikembangkan oleh David Belle dan Sebastian Faucan, mereka berdualah yang telah memperkenalkan olahraga ini keseluruh dunia, pada awalnya hanya Perancis, kemudian daratan Eropa barulah menyebar keseluruh dunia

Olah raga ini biasanya dikenal dengan sebutan “Yamakasi” (sebuah film perancis pada tahun 2001) padahal sebenarnya Yamakasi adalah team Parkour yang terdiri dari 7 orang yang berasal dari Lisses Perancis, mereka adalah anak buah didik David Belle.

Dulu Parkour dan Freerunning adalah satu olahraga, tapi karena David Belle dan Sebastian Faucan mempunyai prinsip yang berbeda tentang olahraga ini, akhirnya di tahun 2006 Parkour dan Freerunning menjadi 2 olahraga yang berbeda.

Perbedaan Parkour dan Freerunning sangat tipis dalam masalah teknik dan basic, akan tetapi perbedaan kedua olahraga ini sangat jauh apabila dilihat dari fundamental. Parkour adalah olahraga yang mengandalkan kemampuan tubuh manusia beserta mental, dan ditambah lagi dengan filosofi kehidupan yang diapresiasikan dalam bermain Parkour, sedangkan Freerunning bisa dikatakan olahraga bebas seperti skate board, BMX, break dance, dsb. Freerunning tidak terikat peraturan-peraturan yang mendasar bagi para praktisinya yang disebut dengan Freerunner.

Parkour tidak terikat pada peraturan-peraturan yang formal, kembali pada diri masing-masing, etika dan tanggung jawab terhadap Parkour itu sendiri, ini hanya improfasi-mengembangkan diri tanpa ada ikatan-

Traceur adalah sebutan untuk para praktisi Parkour, orang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri.


Bhakti aka Bhaks Dash Vault
Terminologi

Parkour berasal dari kata parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang militer, kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri “Parkour’s philosophy about efficiency”

Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast)

Sejarah

Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu (sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri), tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh David Belle yang berasal dari Perancis.

Terinspirasi dari ayahnya Raymond Belle (tentara perancis) yang mengenalkan kepada David parcours du combattant (latihan halang rintang pada sesi militer), sejak saat itu David sepulang sekolah memainkan scenario sendiri, bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit.

Berlari, molompat, vaulting (melompat dengan menggunakan tangan sebagai tumpuan), memanjat, berpegangan pada sesuatu, menjaga keseimbangan, dan melewati halangan…. Bagi David, itu semua sudah menjadi sebuah obsesi.

Sejak Usia 15 tahun dia pindah ke Lisses (daerah Paris) pada waktu itu dia bertemu dengan para remaja disana dan tertarik apa yang dilakukan David (yang kemudian menjadi Yamakasi), selama 8 tahun dia mengajari para remaja Lisses.

Pada pertengahan 1997 sedikit demi sedikit Parkour sudah dikenal, film independent David tentang Parkour telah disiarkan oleh tv local. Ketekunan dan usaha bisa membangun motifasi untuk Parkour. Sejak saat itu tim-tim terkenal seperti the speed-air men, the catmen, la Rel-ve, dan yang terkenal les traceurs. Sejak saat itu kata ‘traceur’ dipakai David untuk para praktisi Parkour.
Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal

Fadly aka Bullseye Reverse Vault

Filosofi

Hidup ini terdapat berbagai masalah kehidupan, tinggal bagaimana cara kita melewatinya, ada yang dengan cara halus dan juga ada dengan cara keras, semuanya kembali kepada orangnya. Kadangkala ditengah perjalanan kita terjatuh atau menghadapi masa-masa yang sulit, kita tidak mungkin akan menyerah sampai itu saja, akan tetapi kita harus bangkit dan melanjutkan hidup ini.

Saat kita dihadapkan pada sebuah masalah/ halangan (obstacle) kita akan berpikir bagaimana cara kita melewatinya dengan cepat dan seefisien mungkin, tidak mungkin kita akan memutari/ mencari jalan lain agar bisa melewati halangan itu, masalah ada didepan kita dan kita harus melewatinya dengan cara/ style kita sendiri.



source:
Parkour.net
Parkourindonesia.web.id
Wikipedia.com

Monday, December 10, 2007

Entrepreneur dan New York

Kuliah Kontek kemarin agak beda sama biasanya.
Dosen yang ngajar bukan Pak Budi, tapi CEO nya PT Mega Andalan Kalasan, namanya Pak Buntoro. Ceritanya beliau mau bagi-bagi cerita tentang pengalamannya di dunia entrepreneur.

::Eh, eh, kuliah kemaren itu digabung loh, STEI sama SBM.. ;D Dan sebenernya gw ga ikut kuliah sih, gara-gara... sakit... ehem.

Dan karena gw ga ikutan kuliahnya, gw baru tau dikasi tugas beberapa saat sebelum deadline. Dan baru jadi.. sekarang. Makasih.

Ok, jadi entrepreneur.
Ternyata, jadi entrepeneur itu gak gampang loh, malah lebih susah dari ngetiknya, hehe.. (ngetiknya susah lo).
Berikut hal-hal yang sempet disinggung selama kuliah.

Pertama,kalau pengen jadi entrepreneur, orang harus tau apa yang dia mau. Benerkah dia mau jadi entrepreneur? Kenapa? Soalnya memutuskan jadi entrepreneur itu bukan masalah memilih doang. Nggak seperti orang kantoran yang hidup dalam safe zone-nya, hidup sebagai entrepreneur itu penuh ketidakpastian dan esmosi yang naik-turun. So, kalau kira-kira diri sendiri dan keluarga gak siap mental lebih baik tunda dulu deh.
Kedua,seorang entrepeneur itu harus siap menjadi agen perubahan. Contohnya dalam kasus penurunan tingkat kriminalitas di New York tahun 1970-an. Sebelum masa itu, New York tuh kota yang nggak aman banget. Orang-orang yang berniat mampir atau bisnis di sana harus punya persiapan matang. Minimal debus-debus doang mah bisa. Tapiii.. ada kepala polisi yang bikin perubahan gede-gedean. Dalam buku "Blue Ocean Strategy" diceritain tuh polisi bikin peraturan yang mencegah timbulnya persaingan ketat yang gak sehat.
Beda lagi di buku "Freak Economy". Di sini diceritain pada masa itu ada wanita-hamil-di-luar-nikah yang ngajuin petisi pelegalan aborsi, supaya bayi-bayi tak diinginkan yang diasumsikan 'mungkin' berpotensi menghasilkan bibit-bibit kriminal bisa ditekan. Kok aneh ya, mungkin gw juga kali yang salah nangkepnya. Well, pokonya wanita itu sedang membuat perubahan, walo aneh caranya. dan pembunuhan itu dilakukan atas nama hukum
Ketiga,salah satu cara untuk mencoba jadi entrepreneur yang sukses, kita bisa praktekin elmu "The Power of Nice : Saya Sukses karena Orang Lain Juga Sukses."
Keempat,basis dari entrepreneurship itu sendiri ada empat, yaitu Knowledge, Industry, Technology, dan Business.

Dan terakhir, modal dasar entrepreneur itu BUKAN uang, tapi IDE dan IMPIAN.
::Btw, ending nya ko jadi kayak presentasi tiansi ya? ~.~

Well, that's it!!
Mungkin agak-kurang-dimengerti-sekali ya..
Maklumlah, lagi ngantuk.

Belum bayar utang tidur sabtu kemaren.
-----
LAST WEEKEND: Hari minggu, abis dari tangkuban parahu, AKHIRNYA di gerbang belakang gw sekilas ngeliat para traceur ITB yang lagi sesi latian..
Sialnya karena rada jauh dan keburu diseret buat nyelesein buletin gw ga sempet negor..
Ya sudahlah kontak" lewat YM lagi aja. Mungkin baru minggu depan gw mulai ikut latian.. :(

Saturday, November 24, 2007

I think most people are losers who can't put their words into action

Sebenarnya gw pertama baca artikel ini beberapa minggu yang lalu, cuma link-nya baru ketemu lagi sekarang.
Jadi ceritanya, Radical Honesty itu sebuah 'gerakan' yang mendorong orang berkata jujur, sejujur-jujurnya. Mau tentang hal baik kek, buruk kek, yang penting jujur. Radikal sekali bukan? =)

Jadi inget, dulu gw pernah 'terlalu' jujur. Sekarang udah enggak sih. Ah.. sayang kayaknya sekarang gw udah ga punya nyali lagi..

Ini artikelnya:
Radical Honesty
enjoy! :)

Sunday, November 4, 2007

Pecahkan saja MASALAHNYA biar ramai...

... biar mengaduh sampai gaduh.
Lalu lari ke pantai aku..
Lalu teriak aku...
Lalu aku guling-guling...
Lalu lari ke gunung aku...
Lalu aku guling-guling lagi...

LHO!! Bukan begitu!!!

*sekarang kita serius*

Kehidupan itu tidak selalu enak, makanya banyak masalah di sekitar kita.

"Itulah nikmatnya hidup!! Kalau enak terus bukan hidup namanya!!!", kata guru pianonya Aldi.

Yea, masalah emang wajar dan ada di mana-mana, tapi bukan berarti kita ga boleh menyelesaikannya, apabila mampu, bukan?
Sebagai calon engineer yang Siaga (siap-antar-jaga), saya coba memahami sebuahproblem solving approach yang sudah tersedia. Here is the story:

Seekor ikan mas jantan yang ganteng bingung bukan kepalang. Sudah beberapa minggu air kolam tempatnya tinggal berada dalam situasi yang tidak menentu. Kadang-kadang airnya lezat, kadang-kadang pait siga nu maca. Terdorong oleh keinginan untuk hidup, dia pun menyewa jasa seorang Engineer Siaga.

Engineer itu langsung membuat catatan-catan rumit...

Identifikasi -> Sintesis -> Analisis -> Aplikasi -> Komprehensi -> Solusi

*sayangnya ikan mas yang malang takkan pernah tahu apa isi catatan tersebut, karena sekarang saya sedang malas nulis lelah. Tapi jangan bersedih, karena postingan ini akan di edit di kemudian hari..*